Feed on
Posts
Comments

Anak saya lahir (Bag. 1)

Menyambung tulisan saya sebelumnya, akhirnya sehari setelah diperiksa dan diketahui bahwa sudah ada pembukaan ke 2, Istri saya tidak jadi masuk ke Ruang Bersalin RS Mitra Keluarga Bekasi. Saya sendiri pada mulanya menyarankan untuk langsung masuk sesudah diketahui ada pembukaan tersebut. Tapi sesudah melihat istri yang sepertinya takut dan stress menghadapi permulaan kelahiran ini, akhirnya saya putuskan untuk istirahat di rumah sembari menunggu kondisi istri nyaman dan gerakan si jabang bayi semakin kuat terasa. Masalahnya, istri saya cuman sakit perutnya jarang-jarang. Belum ada tanda-tanda kontraksi yang cukup sering. Sifatnya hanya kadang-kadang saja dengan jarak yang panjang.

Sesudah istirahat di rumah, dan sambil persiapan untuk pergi ke Rumah Sakit lagi, Jumat 15 Febuari saya minta ijin dari kantor untuk tidak masuk. Dan dari pagi, istri memberikan informasi kalau sudah mulai mules-mules dan otot perutnya sudah kencang. Pagi itu tiap1 jam, istri saya sudah meringis menahan sakit karena kontraksi, dan akhirnya, saya memutuskan untuk berangkat ke Rumah Sakit sesudah sholat jumat saja, sambil menunggu persiapan selesai, saya jumatan dulu.

Selesai jumatan jam 13.00 siang, Istri saya sudah menunggu untuk berangkat, dan saya langsung disuruh siap-siap karena kelihatannya hari Jumat ini anak saya mau lahir. Istri saya kayaknya sudah siap sekali,


Jam 14.00 akhirnya kami semua sampai, Saya, Istri, Ibu Mertua, dan keponakan saya yang mengantarkan ke RS langsung daftar ke Bagian Bersalin dan langsung di urus segala keperluannya. Dan, pengantar tidak boleh masuk. Ya, akhirnya nunggu di ruang tunggu. Dan memang, menunggu, apalagi menunggu istri melahirkan memang bikin deg-degan. Ga enak apa-apa deh.Jam 15.00 Istri saya akhirnya keluar dari ruangan pengecekan. Dan sudah berganti baju khusus ibu-ibu yang mau melahirkan dan juga penanda gelang yang lucu. Lucu karena saya sendiri ga pernah lihat sebelumnya tapi sepertinya merupakan standar bagi pasien yang di rawat di Rumah Sakit Mitra Bekasi. Seperti ini nih :
компютри

Dan selama belum masuk kamar bersalin, istri saya tetap disuruh jalan-jalan di lorong ruang bersalin, karena informasi dari susternya, pembukaanya masih 4. Masih cukup lama menurut susternya. Jalan-jalan juga tidak bisa lama, karena setiap 10 menit sekali istri saya juga berhenti sejenak karena kontraksinya mulai terasa dan saya ga tega juga lihat istri saya meringis sampai menitikkan airmata saking sakitnya.Akhirnya, Jam 17.00 kamar bersalin untuk istri saya sudah selesai disiapkan. Sebelumnya masih belum bisa digunakan karena harus dibersihkan dulu. Ruang bersalin no 3 tersebut baru saja selesai digunakan menolong persalinan. Jadi harus di sterilkan dulu. Biar mengurangi resiko adanya kuman penyakit yang ada.Dan di kamar ini, istri saya sudah kontraksi dengan cepat. Bahkan hampir tiap 5 menit kontraksinya. Dan tiap kontraksi betul-betul bikin saya ga tega. Dan atas petunjuk suster, tiap kontraksi yang terjadi istri saya disuruh mengambil nafas yang dalam dan mengeluarkannya secara pelan-pelan. Begitu setiap terjadi kontraksi. Dan betul, cara tersebut mengurangi sakitnya akibat kontraksi.Dan mulai jam 17.30, Istri saya sudah betul-betul tidak bisa menahan sakit. Suster dan bidan yang saya panggil, melakukan pemeriksaan dan tanpa menginformasikan, segera keluar dan menyiapkan peralatan untuk kelahiran sang jabang bayi. Dan Istri saya sudah dilatih untuk mengejan dengan baik agar memperlancar proses keluarnya sang bayi. Dan memang, istri saya kesulitan sekali mempraktikan apa yang di ajarkan suster untuk menarik kaki dengan menggunakan kedua tangan sampai siku. Walaupun sudah dicoba dan betul-betul kesakitan karena terbentur perut yang besar, tetap tidak bisa mengangkat kakinya dengan kedua siku. Dan akhirnya menyerah. Sesudah kondisi istri saya yang sudah tidak mempunyai kekuatan lagi, dan takutnya ada pengaruh terhadap kondisi bayinya. Akhirnya, Dokter Lidya yang selama ini menangani istri saya datang dan melakukan pengecekan. Dan mencoba memandu istri saya untuk mengejan.

Dan karena kondisi istri sudah semakin lemas dan denyut nadi bayi saya sempat bermasalah, naik turun denyut nadinya yang awalnya dari 140 pas pada kondisi istri saya menjadi sekitar 120an, akhirnya dokter menanyakan ke saya, apakah diijinkan untuk diambil tindakan untuk mempercepat proses kelahiran dan mengurangi resiko yang mungkin timbul nantinya. Saya cuman bisa jawab ke dokter Lidya,”Silakan Dokter, Lakukan yang terbaik untuk Istri saya “.

Sesudah saya menyampaikan itu, akhirnya Dokter Lidya menggunakan vakum untuk menarik kepala bayi saya yang dari tadi sudah terlihat di jalan lahir. Akhirnya sesudah dilakukan vakum, tepat jam 18.55 Anak saya lahir. Allahu Akbar. Betapa kegembiraan yang tidak bisa dibayangkan, ketika anak saya menangis keras untuk pertama kalinya sesudah keluar dari rahim ibunya.

Sesaat kemudian, sesudah keluar dan oleh suster diangkat. Dokter Lidya memotong tali pusar bayi dan kemudian membalutnya. Sebelum dibawa ke ruang anak untuk dibersihkan, saya adzani dulu dan iqomati dan tidak lupa, anaknya diajak untuk berkenalan dengan ibunya dan mencoba untuk mencari puting ibunya biar nantinya lebih hafal dan lebih punya hubungan yang erat dengan ibunya. Ini dia anak saya dan ibunya beberapa saat sesudah dilahirkan :

Anak saya masih merah dan juga masih tertutup rapat matanya, menangis keras-keras waktu digendong ibunya pertama kali. Akhirnya penantian yang panjang selama ini berakhir sudah. Rasa lelah, capek, stress, frustasi, akhirnya terbayar lunas.

-bersambung-

Hari terus berganti dan tak terasa usia kandungan istri saya sudah 9 bulan. Mulai seminggu terakhir ini kondisinya semakin menegangkan. Istri saya sudah mengeluh kalo dia sudah tidak bisa tidur dengan nyaman baik miring ke kiri kanan ataupun telentang. Sakit sekali katanya. Kemudian frekuensi buang air kecilnya juga semakin naik tidak seperti biasa. Sang jabang bayi pun juga sering sekali menendang-nendang perut Ibunya. Dan kelihatannya, istri saya juga mulai merasakan tanda-tanda kehamilan.

2 Hari lalu, istri saya sudah memberi info kalo sudah keluar flek-flek kecoklatan dan juga sudah keluar lendir yang lumayan banyak mulai kemarin sampai pagi tadi. Apalagi dokter yang merawat istrio saya , Dr. Lidya Liliana, SPOG, malah sudah memberikan ancer-ancer kalo sang jabang bayi akan lahir sekitaran minggu ini. Dan Hari Perkiraan Lahir awalnya memang tanggal 15 Februari besok.

Bahkan dokter Lidya menyarankan, kalo bayinya dikasih perangsang saja biar bisa lahir hari ini, Tgl 14 februari 2008 yang bertepatan dengan hari Valentine :).

Tapi istri saya menolak dan saya sendiri juga menolak, biarlah sang jabang bayi bisa lahir normal seperti seharusnya dia lahir. Tidak mendahului kehendak Sang Maha Pencipta.

Untuk itu, mohon doanya, semoga Ibunya dan sang jabang bayi diberikan kemudahan dan kesehatan dalam proses melahirkan.

Amin

Hehe, akhirnya ada waktu juga untuk merangkum kembali meskipun butuh waktu satu tahun ( lha terakhir 2007 nulisnya, sekarang 2008 hehe).

Dua minggu kemudian, kami berdua datang kembali ke RS Evasari untuk berkonsultasi kembali dengan Dr. Lucky, karena selain jadwal periksa, istri saya juga sudah mulai terlambat haidnya. Dan lebih mengejutkan lagi, hasil uji test kehamilan juga menunjukan positif. Wah, bingung campur senang. Maklum baru pertama kali mau punya anak.

Nih, kayak gini hasilnya kalo positif :

Bagi calon ibu, kira-kira seperti ini jika dinyatakan positif hamil. Tapi untuk lebih pastinya ya harus ke dokter biar informasinya lebih detail.Jam 10.00an pagi sampai disana, lumayan ramai yang antri untuk periksa dan akhirnya sesudah dipanggil sama susternya, berdua kami masuk dan Dr Lucky meminta istri saya untuk ke ruangan khusus periksa untuk dilakukan USG. Sambil menunggu, akhirnya saya dipanggil ke dalam untuk melihat hasil USG dan memang, ada sesuatu yang bergerak di dalam kandungan istri saya, kecil sekali memang dan tidak terlalu jelas dan akhirnya sesudah dilakukan pembesaran obyeknya kelihatan juga. Sesuatu itu memang calon bakal bayi.

Dr. Lucky juga menginformasikan, jika kondisinya masih rawan karena usia kehamilan juga masih muda dibawah 6 minggu, jadinya harus hati-hati. Seperti inilah awalnya gambar calon anak saya :

Akhirnya sesudah selesai, kami pulang sambil membayangkan bagaimana nanti kami punya anak, dan menunggu bulan depan ( Oktober ‘07) untuk melakukan cek kembali atas kondisi anak kami.

Alhamdulillah, saya akhirnya jadi calon Bapak !

Akhirnya penantian selama 6 bulan berakhir. 6 Bulan, tepatnya jika dihitung dari awal saya menikah, akhirnya istri saya positif hamil. Mungkin termasuk terlambat, karena melihat rekan-rekan saya yang lain hanya butuh rata-rata 2 bulan sesudah menikah untuk positif hamil, tapi menurut beberapa rekan di kantor, 6 bulan itu waktu yang belum seberapa, karena masih ada rekan-rekan saya di kantor yang harus menunggu2 tahun bahkan 8 tahun untuk hamil. Dan meskipun hamil, ada juga yang keguguran. Makanya, sementara ini saya gak cerita kepada orang banyak, hanya kepada teman-teman dekat saja yang tahu bahwa istri saya lagi hamil.

Pengalaman buruk, tepatnya adalah kegagalan pada awal-awal bulan pernikahan saya dulu, cukup menjadi pengalaman. Kenapa? Ya, saya mengira istri saya hamil, hanya berdasar istri saya sudah telat hampir 1 bulan. tetapi sesudah dilakukan test menggunakan alat deteksi kehamilan, ternyata negatif. Sejujurnya, saya waktu itu sudah sangat senang, mengetahui istri terlambat menstruasinya, dan berpikir kalo memang benar-benar hamil, apalagi ini adalah anak pertama kami. Tetapi, kenyataan berbicara lain, telat menstruasi tidak jaminan kalau hamil.

Bulan-bulan selanjutnya memang begitu, saya sendiri sebenarnya sadar, jika siklus haid istri saya sendiri tidak teratur, kadang maju, kadang mundur, kadang kalo mundur bisa sampai 1 bulan dari tanggal biasanya baru dapet menstruasi. Sampai akhirnya, saya ajak periksa ke RS Evasari , karena sejak Bulan April sampai awal Juni, istri saya juga belum menstruasi. Saya sih takutnya ada masalah dengan kondisi kesehatan reproduksinya. Khan semboyannya lebih baik mencegah daripada mengobati, ya semakin tahu problem yang ada maka semakin cepat solusi yang bisa di dapatkan. Saya sih berpikir begitu, bahkan terlintas pula untuk saya periksa juga kondisi saya.

Dan, berhubung kami berdua tidak punya waktu luang selain hari sabtu atau minggu, terpaksa kita mencari dokter yang praktek hari sabtu, dekat rumah, dan juga Wanita. Kenapa harus wanita? Ini dia, istri saya malu kalau yang menangani itu dokter laki-laki, apalagi harus sampai dibuka, diperiksa bagian rahimnya, istri saya menolak keras. Tidak mau.

Selain saya juga bingung, karena tidak punya pengetahuan soal ini, akhirnya cari cari di internet, ketemu informasi dengan Dr. Lucky Safitri. Pas waktu ke RS Evasari ini, saya berdua sih, yakin banget pas ditanya “dokternya siapa?”, dengan enteng jawab “Dr. Lucky”, padahal belum pernah sekalipun konsultasi he he he.

Benar kata orang, menunggu itu menjengkelkan, apalagi kalo kita punya janji sama orang. Yang di jadwal praktek ditulis, mulai jam 9 - 14 siang, ternyata Bu Dokternya datangnya jam 1 siang, waduh…berantakan banget akhirnya jadwal ketemu sama teman dan juga tidak jadi ikut acara gathering ID-OpenBSD. Akhirnya, tiba giliran diperiksa. Yang ditakutkan istri saya terjadi, dia harus diperiksa menyeluruh, sampai di USG juga. Dan ini hasil USG pertama kalinya

Nah, hasil USG juga negatif. Jadi istri saya masih belum hamil kalau dilihat secara visual dengan USG maupun dengan menggunakan alat deteksi kehamilan. Akhirnya, Bu Dokter sesudah selesai memerika, cuman memberikan nasihat untuk tidak boleh terlalu capek, tidak boleh stress dalam pekerjaan, cukup istirahat dan makanan yang bergizi biar cepet dapat momongan. Karena, banyak pasien Bu Dokter Lucky dari para pekerja wanita dibidang perbankan yang juga susah dan telat karena terlalu stress dan capek dengan kegiatannya sehari-hari. Tak lupa, bu dokter memberikan obat untuk memperlancar menstruasi.

Selesai, akhirnya balik pulang. Tidak lupa mampir dulu ke RM Suharti di Jalan Pemuda Rawamangun, istri saya kepingin makan gudeg dan ayam gorengnya yah enak itu.

-bersambung

Domainnya expired

Mohon maaf, jika anda kemarin sempat gagal masuk ke web ini. Karena, saya kelupaan bayar perpanjangan domain ini. Tetapi bisa jadi bukan karena semua kesalahan saya tapi pihak registrar juga tidak mengirimkan notifikasi jika domain ini akan segera expired seperti domain-domain saya yang lain.

Biasanya, sebulan sebelum domainnya expired, pihak registrar akan mengirimkan notifikasi jika domain akan expired. Begitu juga 2 minggu sebelum expired dan seminggu sebelum expired akan mengirimkan notofikasi. Salahnya saya sih, dari awal saya tidak ubah email kontak untuk domain hardani.com ini tetep ke email kontak registrar. Dan, registrar yang berwenang juga kelupaan kasih tahu, heheheheh, setali tiga uang. Sama-sama pelupa.

Tapi, pagi ini akhirnya terselesaikan sesudah mengkontak pihak registrar dan langsung diperpanjang 2 tahun ke depan. Cukup menunggu 5 menit, urusan kelar deh. Ini hasilnya..

$ whois hardani.com

Whois Server Version 2.0

Domain names in the .com and .net domains can now be registered
with many different competing registrars. Go to http://www.internic.net
for detailed information.

Domain Name: HARDANI.COM
Registrar: ENOM, INC.
Whois Server: whois.enom.com
Referral URL: http://www.enom.com
Name Server: NS1.PTWGI.COM
Name Server: NS2.AFRAID.ORG
Status: ok
Updated Date: 28-jun-2007
Creation Date: 27-jun-2006
Expiration Date: 27-jun-2009

>>> Last update of whois database: Fri, 29 Jun 2007 03:35:55 UTC <<<

Hehehe, lega. Terima kasih ke Pak Affif, dimana saya mendaftarkan domain ini atas pelayanan yang cepat dan memuaskan dan bisa ngutang dulu :))

Spam lagi dan spam lagi..

Bagi yang pegang mailserver pasti mengiyakan jika spam ini adalah salah satu musuh utama jalannya mailserver selain virus dan yang sejenisnya.. Dan sekarang trend spam tidak semakin turun dan berkurang tapi dari hari ke hari malah naik dan bisa jadi seperti dikantor saya, dari 5 email masuk 3 adalah spam. Suatu jumlah yang sudah diluar kewajaran..

Dari analisa saya yang didapatkan dari , sumber utama dari aktifitas berinternet para pengguna. Misal, user yang sering mengakses pornografi, spam yang diterima itu lebih tinggi bahkan sangat tinggi dibanding user yang biasa saja. Selain itu, user yang suka download software gratisan semisal games dari gamehouse tingkat spamnya juga lumayan tinggi. Jadi email-email yang dikirim oleh para user tersebut digunakan oleh spammer untuk mengirimkan bahan iklan.

Walhasil, sampai minggu kemarin jumlahnya masih gila-gilaan. Tapi, karena sudah capek spam, akhirnya saya banting setir. Mail server kantor yang base on MS Exchange 2003 tidak mampu menghandle serangan ini meskipun petunjuk dari technet sudah diimplementasikan, service pack 2 sudah digunakan, Internet Mail Filter juga sudah dikonfigurasi sesuai dengan petunjuknya..baca buku resep hadapi spam tetep lolos dan meskipun dipasang GFI MailEssential tetep saja tidak memuaskan. Yah..akhirnya harus mencoba sesuatu yang baru.

Berhubung mailserver kantor backupnya menggunakan postfix yang jalan di OpenBSD maupun FreeBSD, akhirnya saya gunakan juga spamd yang dulu masih ragu-ragu karena mau diimplementasikan mesinnya ga ada dan juga takut dengan load yang tinggi dan karena PC backupnya juga masih pake Pentium III, maklum juga sih..PC Riset tapi disikat buat produksi hahaha

Yah, cari tahu, ini ada beberapa bacaan bagus untuk mulai implementasi spamd

Untuk OpenBSD :

http://cisx1.uma.maine.edu/~wbackman/spamd.html

http://applications.linux.com/article.pl?sid=07/03/28/1631206

http://home.xnet.com/~ansible/openbsd_spamd_conf.html

Untuk FreeBSD :

http://www.onlamp.com/pub/a/bsd/2007/01/18/greylisting-with-pf.html

Syarat utama untuk mengimplementasikan spamd adalah anda terbiasa dengan OS yang digunakan dan juga PF (Packet Filter).

Sedikit dari saya, semoga dapat membuka wawasan mengenai cara mengurangi (secara drastis) SPAM.

Komentar, pertanyaan, maupun koreksi saya tunggu :)

ID-OpenBSD Gathering

Bagi rekan-rekan sekalian khususnya pengguna sistem operasi OpenBSD, milis id-openbsd@yahoogroups.com akan mengadakan temu muka bersama. Berikut ini informasinya :

To: id-openbsd@yahoogroups.com
From: “Muhammad Rully Sumbayak” <rullys@gmail.com
X-Yahoo-Profile: codem4x
Sender: id-openbsd@yahoogroups.com

Sabtu, 9 Juni 2007
Jam 11 s/d 13.00
Lokasi: Food court Mall Ambasador
Dress code: bebas.
Budget masing-masing < 50.000,-
Agenda: Perkenalan, sharing pengalaman, dan membahas rencana-rencana
jangka pendek.

Yg kemarin sdh confirm:
1. Tridianto S (Idon) Lokasi: Depok. YM = idontz,
2. Mohd Rully Sumbayak: Jakarta = YM = codem4x
3. Ahmad Fauzi (ozzie): Jakarta - 12860 YM = ozzienich
4. Sully Iqbal (iqbal) Lokasi : Depok YM = sullyiqbal
5. Muh. Fuad Hasan (fuad): Bandung - 40267 YM= ?
6. Yudhi Prasetyo (yudhi),jakarta , psr minggu-12540 YM =serdadoe_bejad
7. aboen - Jakarta YM = ?
8. Dedy Taryadi (detar), YM = hibrida_project
9. Bellfox Aceh (abell), YM = bellfox_ace
10. Hengky Anwar

Confirm lewat HP, tapi jangan di share di jalum ya, lewat japri aja.
Lokasi pas nya akan di SMS, atau di miss call aja pada hari H.

Ayo dong, ngumpul, jangan gagal lagi nih…
Semoga Indonesia OpenBSD User Group bisa keliatan eksistensi nya.

# mrs
YM: codem4x
Ayo pada datang, nanti ada bagi-bagi kaos dan CD (kalo jadi)

Kelar deh

Akhirnya hutang saya untuk upgrade ke versi terakhir wordpress ini terpenuhi sesudah 2 bulan lalu dimasukkan dalam todo list. Maklum, bukannya sok sibuk atau sudah naik kasta jadi pekerja kelas menengah yang diuber waktu, untuk upgrade versi ini memang dibutuhkan kesungguhan. Dalam artian, kita memang fokus untuk kegiatan ini walaupun hanya 30 menit saja.

Upgradenya sederhana, tinggal backup semuanya, download versi terbaru dan tinggal jalanin script buat upgrade…1 menit juga kelar kalo sudah biasa..

Tapi ada tambahan sedikit karena spam ternyata ikutan juga mengunjungi web ini. Akhirnya atas petunjuk Bapak Romi alias sirtub akhirnya ditambah plugin antispam menggunakan Spam Karma.

Terima kasih atas kesediaan anda berkunjung disini. Dan saya juga berharap akan lebih aktif lagi menulis, mendokumentasikan apa-apa yang sudah saya buat untuk bekal bagi saya sendiri biar ndak lupa khususnya, dan juga mungkin bagi anda, tulisan yang ada disini bisa bermaanfat.

ayoo ditunggu komentarnya

Sepi

Sudah tiga bulan sesudah posting terakhir, akhirnya menyempatkan diri menulis lagi. Walaupun hanya sekedar bilang ” Halo, lama tak jumpa “, ” Hai, sorry ga sempat ngisi lagi” dan sebangsanya. Maaf juga buat yang suka mampir lihat blog ini, jikalau sudah lama tidak melihat sesuatu yan baru dan mungkin sempat berpikir, blognya gak keurus, sudah mati suri dan sejenisnya. Anda tidak salah. Memang kesempatan buat menulis disini susah susah mudah, jika pingin nulis tapi tiba-tiba banyak kerjaan menghadang. Tapi pas kebanyakan kerjaan dan suntuk, kok malah bisa menulis apa yang anda baca ini hehehe. Aneh tapi nyata bukan hehehe.

Kalo ditanya kenapa baru nulis lagi, ya saya jawab ke anda, lagi ga niat nulis, banyak kerjaan numpuk, lagi istirahat yang cukup biar bisa kerja normal dsb dsb hehehhe, klise memang. Tapi memang bener, kalo kita ga mood buat nulis kenapa dipaksakan?? Kalo dipaksa kan sakit rasanya….bener gitu gak hahahhahahaha (dangdut style)

Okeh, segini dulu. Nanti akan saya sambung lagi, secepatnya deh. Banyak hal yang harus ditulis disini, sebagai tempat buat menampung dan mendokumentasikan apa yang sudah saya jalankan sekarang ini, biar bisa dijadikan sedikit tambahan informasi bagi anda sekalian, para pemerhati blog sederhana ini….:)

/bin/rm: Argument list too long

Hal ini terjadi jika kita mau menghapus suatu file dalam jumlah besar. Contohnya seperti ini :

landmark# rm -rf *
/bin/rm: Argument list too long.

landmark# ls -al |wc -l
3639

Jumlah file yang akan kita hapus ternyata jumlahnya ada 3639 buah file. Akhirnya kita bisa menggunakan salah satu solusinya dengan find yang dikombinasi dengan perintah rm Seperti ini hasilnya :

landmark# find . -name ‘*.tgz’ | xargs rm -f

Perintah diatas akan mencari semua file yang berakhiran dengan tgz dan jika ketemu akan langsung dihapus.

Semoga tips sederhana ini bisa membantu anda mengatasi problem diatas.

Next »